Sunday, 13 January 2013

Sedapnya Pepes Ikan Yang Kaya Gizi, Bisa Dijadikan Bisnis

Dulu, waktu mulai hamil anakku yang kedua, Selma (saat itu sekitar bulan Desember 2009, dan dilahirkan Agustus 2010), aku doyaaaan banget makan pepes ikan bawal atau ikan mas, dipresto lebih mantap. Bikin sendiri lho, kebetulan punya presto pemberian kakak ipar. Entah kenapa pokoknya aku suka banget pepes ikan yang rasanya gurih pedas. 

Makanan berbahan baku ikan ini konon berasal dari sunda, pastinya mengandung zat gizi yang baik untuk perkembangan janin. 
Seperti:
·       Sumber protein yang penting 
·       Omega 3 untuk proses perkembangan otak pada dan penting untuk perkembangan fungsi syaraf dan penghilatan bayi
Fresh banget kaan? (dok.pribadi)
·       Mengandung serat protein yang pendek sehingga mudah di cerna
·       Kaya akan asam amino seperti taurin untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita
·       Vitamin A dalam minyak ikan untuk mencegah kebutaan pada anak
·      Vitamin D dalam daging dan tulang ikan untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang
·       Vitamin B6 untuk membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf
·       Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung dan kerusakan sel
·       Zat besi yang mudah di serap oleh tubuh
·       Iodium untuk mencegah terjadinya penyakit gondok dan hambatan pertumbuhan anak
·       Selenium untuk membantu metabolisme tubuh dan sebagian  anti oksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas
·       Zink yang membantu kerja enzim dan hormon
·       Flour yang berperan dalam menguatkan dan menyehatkan gigi anak

Sebulan kemudian, tak disangka ayah minta dibuatin banyak buat pesanan guru-guru di sekolahan tempat ayah mengajar. Gak sengaja waktu itu ayah bawa pepes buat bekal, ternyata eh ternyata.
"Guru-guru mau nyobain, siapa tau banyak yang beli", ucapnya.
"Wow, oke deh, coba ya" jawabku

Alhamdulillah ternyata memang banyak yang minta dibuatin lagi, lagi, lagi, lagi (hihihi, lebaayy..). Kebetulan punya langganan tukang ikan di balong, ikan langsung di ambil dari kolamnya. Jadi gak kehabisan stok ikan segar dan bahan bumbu sekalian minta belanjain sama tukang sayur.
Kebayang gak? Pada kehamilan usia 2-6bln, tiap hari menyiangi dan mengolah ikan 5kg, membumbui, menumis, membungkus, menunggui proses presto, sampai membakar. Rasa capeknya pooool, tapi senang, ternyata ada pemasukan yang bisa beli presto baru ukuran 12 liter, hehe.. (masih berasa kipas-kipas lembaran biru, tsaaah..nggayaa!)

Ini perhitungan ketika aku memulai jualan pepes ini;
Pembelian Bahan
-5kg ikan bawal (isi 25 ekor) Rp. 65.000
-Bumbu, plastik dan daun Rp.20.000
-Gas, air Rp. 5.000
--------------------------------------- +
Total modal Rp.90.000
Modal perbungkus Rp. 3600

Penjualan hanya untuk guru-guru teman suami: 


Dijual @Rp. 7000/bungkus
Habis terjual 25 bungkus x Rp. 7000 = Rp. 175.000
Untung Kotor Rp. 175.000/hari
Untung Bersih Rp. 175.000 - modal Rp. 90000 - bensin Rp. 4.500 = Rp. 80.500/hari
Perkiraan untung bersih 20 hari jualan pepes x Rp. 80.500 = 1.610.000

Hmmm, lumayan juga ya? hehe..


sepeda pejuang pepes, hihi (dok)
Suatu ketika motor ayah mogok, nah lho, padahal pesanan pepes udah jadi mau dibawa ke sekolahan. Gimana dong? udah dikutak-katik tetap aja gak bunyi mesinnya. Dag-dig-dug hatiku dan hatinya, hihi
Celingak-celinguk akhirnya, ahhhaaa!! sepeda solusinya. But, 30km menuju jakarta, tepatnya Bojong Gede-Kramat Jati, wataww!!


Tapi Bismillaaah, ayo semangat ya Yah! hiihi.. Dengan kerjasama yang kuat, akhirnya kusiapkan sepeda, diikat di jok belakang, tak lupa membekali ayah minum dan helm, yap, ayah siap menggowes.. Liat deh sepeda itu sempet-sempetnya foto di jembatan fly over Pasar Rebo, keren yaaa ^_^

Tapi sayang, menginjak usia kehamilan bulan ke 7, aku berhenti memproduksi ikan pepes presto. Aku sudah mulai lelah dan kram di bagian pinggang. Aduuuh, rasanya seperti mau melahirkan. Hiks.. Tiap minggu akhirnya selalu minta dipijitin dukun urut. Salahnya begini nih, semua dikerjakan sendiri, gak punya asisten. Badan istirahat, bisnis ikut istirahat.
Gak produksi pepes, akan tetapi bisnis makanan snack mulai disambangi. Sambil meringis-ringis ngilu di perut, aku tetap rajin membungkus cemilan untuk dititipin di warung.

pepes dibaluri bumbu (dok.pribadi)
Oiya, keistimewaan pepes ini adalah pada bumbu pedasnya, ciri khasnya ada tambahan daun singkong yang diselipkan di bagian perut ikan, diberi cabe rawit utuh, dan di presto
Dijamin, tak akan bersisa karena habis termakan semua, dari dagingnya yang sedap jika dimakan bersama daun singkongnya, sampai tulang dan kepalanya. Bener, kata teman suamiku, sampai kucingnya meminta pun tak disisakan tulang ikan pepes sedikitpun, wkwkwkk..




Mau tau Resepnya??

Nah ini resepnya:
Bahan: 
1 kg ikan mas
daun salam
daun jeruk
daun pisang yang tidak sobek.

bumbu pepes (dok.pribadi
Bumbu yang dihaluskan: (ala saya, boros bumbu tapi rasanya mantap)
10 bawang merah
12 bawang putih
10 kemiri
1 sdm ketumbar
2 ruas jari kunyit
1 ruas jari jahe
1 ruas jari lengkuas
5 cabe rawit (sesuai selera pedas)
garam secukupnya

Cara membuat:
1. Cuci dan buang sisik & kotoran ikan sampai bersih.
2. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan.
3. Siapkan bumbu dan haluskan
4. Siapkan daun pisang
5. Letakkan ikan diatas daun pisang masing-masing 1 ekor.
6. Lumuri semua bagian ikan dengan bumbu yang telah dihaluskan hingga rata
7. Tutupi permukaannya dengan daun salam dan daun jeruk
8. Bungkus dengan rapi, sematkan pada bagian ujungnya. (Lebih sedap masukkan kulkas dulu, agar bumbu meresap)
9. Kukus presto selama 1,5 jam. Lalu angkat bila sudah dingin.
10. Bakar sebentar bila ingin dihidangkan.
11. Hidangkan bersama nasi hangat dan sambal.. hmmm, yummy


Sendok menanti piring, hehe (dok)

Sebagian cerita ini dibukukan dalam buku Antalogi Ibu-Ibu Doyan Bisnis, dalam judul buku "Curhat Bisnis" 

2 comments:

  1. waaah... asyik ya... enak kelihatannya, jadi pingin coba nih...makasih resepnya. semoga bisnisnya sukses. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba Nunung, terimakasih sudah mampir, iya mbak silahkan dicoba, hehe.. bisnis pepes belom dimulai lagi, msh capek.. Thank yaa do'anya ^_^

      Delete

tolong isi komentar dengan bahasa yang sopan dan menyemangati ya, terimakasih atas perhatian anda semua, salam sukses selalu dari saya :)